Jumat, 28 Juni 2013

DESA RERER


DESA RERER

Rerer, adalah suatu desa yang indah. Desa ini terletak di kecamatan Kombi , Kabupaten Minahasa atau juga disebut sebagai daerah Tondano Pante. Letak batas desa ini, Utara=gunung Tayapu (cot), Barat=Pegunungan lembean, Selatan=desa Kolongan, Timur=laut Maluku. Dan di kedua ujung desa kita bisa mendapati 2 sungai yaitu sungai Kawilei di sebelah Selatan dan sungai Bulo di sebelah Utara
Dulunya desa ini masih utuh, sebelum adanya pemekaran. Sekarang sudah menjadi desa Rerer dan desa Rerer satu. Desa ini memiliki sebutan nama lainya yang terkenal yakni "22R". 22R diambil dari tangga nada, ketika 2=re diulang sebanyak 2x=rere +r = RERER.

Mata pencarian masyarakat Rerer yang paling utama adalah petani cengkeh. Hampir semua warga yang asli Rerer memiliki perkebunan cengkeh. Rerer dari dulu sudah terkenal dengan penghasil cengkeh terbesar di Sulawesi Utara. Selain itu sebagian warganya juga berprofesi sebagai nelayan. karena di Rerer memiliki lepas pantai, yakni pantai bulo. Dinamakan bulo karena di pantai ini bermuara air yang berasal dari sungai bulo,.
Cengkeh sempat membuat desa Rerer  menjadi desa dengan pendapatan per kapita tertingga di dunia sekitar tahun 80-an. Sehingga ketika ada orang ingin membeli suatu barang sering keluar candaan "cuma cabang aer kwa itu", artinya uang untuk membayar barang itu bisa didapatkan dari ranting pohon cengkih bukan batang utamanya.

Dulunya sedikit pemuda maupun pemudi yang ingin kuliah, karena paradigma berpikir mereka cuma dengan cengkeh mereka sudah bisa hidup. Tapi dengan tidak stabilnya harga cengkeh membuat mereka berpikir kembali untuk menyekolahkan anak mereka agar tidak bergantung pada cengkeh.Alhasil sekarang sudah banyak pemuda-pemudi yang melanjutkan sekolahnya sampai perguruan tinggi. Di Rerer sudah memiliki 1-2 profesor, 5-6 Doktor, sekian Master, dan srjana-sarjana yang sudah bermunculan.

Di Rerer juga memiliki musim "kayong" (kepiting dlm bhs indonesia)  ini terjadi pada bulan Maret sampai dengan bulan Mei dimana pada bulan-bulan ini sedang musim penghujan. Ketika hujan turun dan sungai bulo terjadi "Gui" atau air deras yang mengalir dari pegunungan menuju ke laut , pada saat itulah kayong tersebut hanyut ke pantai untuk kawin. Dan masyarakat Rerer sangat gemar menangkap kayoung di sungai deras, ketika gui, masyarakat Rerer tumpah ruah ke bendungan sungai bulo. Kepiting ini bisa diolah menjadi berbagai makanan lezat, diantaranya kepiting santaan  dan kepiting bulu/ bambu.

Sekarang desa Rerer sudah terjadi pemekaran, yakni Rerer dan Rerer 1. Desa Rerer saat ini di pimpin oleh kumtua Jemmy Manueke.SE, dan untuk Desa Rerer 1 oleh Drs.Terry Sinaulan. Tapi perbedaan ini tidak menimbulkan konflik antar masyarakatnya. Di Rerer (Rerer&Rerer1) terdapat 2 sekolah TK, 3  Sekolah Dasar, 2 Sekolah  SMP, dan 1 SMA. Dan teerdapat 10 banguna Gereja..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar